Bertaruh Gara-gara Leicester

Bertaruh Gara-gara Leicester

Kemenangan-Leicester-City

Andini tidak menyukai sepakbola. Suatu hari di bulan Januari 2016, dia sedang berselancar di internet di sebuah warung internet di wilayah Kelapa Dua, Depok. Gadis berusia 23 tahun itu sedang menonton video klip boy band kesukaannya: One Direction.
Ketika sedang asyik-asyik menonton, tiba-tiba Andini dikejutkan oleh suara sejumlah pelanggan di warung internet tersebut. Mereka berteriak-teriak kegirangan. Salah seorang pelanggan yang ikut berteriak-teriak adalah seorang lelaki yang mejanya berada persis di sebelah Andini. Karena penasaran, Andini bertanya kepada lelaki tersebut.
“Mas, kenapa teriak-teriak?”
“Leicester City menang. Menaaaaanggg….”
“O, sepak bola ya? Memangnya menangnya ‘gimana? Kok Mas girang amat.”
“Iya dong, taruhan saya menang. Saya dapat dua juta setengah.”
“Taruhan?”
Karena masih penasaran, Andini bertanya kepada lelaki tersebut tentang taruhan sepakbola. Alih-alih menjelaskan tentang cara taruhannya, lelaki tersebut menceritakan posisi dan tren klub yang dijagokannya.
Ya, Leicester City bukanlah klub besar di Liga Primer Inggris. Di musim sebelumnya, Leicester bahkan harus berjuang untuk melepaskan diri dari zona degradasi dan berakhir di peringkat kesebelas. Dengan masuknya Claudio Ranieri sebagai pelatih, kini Leicester City hanya perlu memenangi empat dari enam laga tersisa untuk merengkuh trofi Liga Primer pertama mereka sepanjang sejarah.
Lelaki itu juga menjelaskan, kemenangan 1-0 atas Tottenham Hotspur bakal membuat Leicester semakin berpeluang menjadi juara. Apalagi, lawan yang dikalahkan adalah pesaing ketat untuk gelar juara. Namun, yang menarik perhatian Andini adalah bagaimana lelaki itu dengan mudahnya mendapatkan uang hanya dengan menonton sepakbola.
Sejak itu, Andini menjadi fan Leicester City. Bukan hanya sebagai fan, tetapi dia juga ikut bertaruh untuk Leicester City. Dia semakin andal menghitung peluang Leicester untuk menang di setiap pertandingan.
Menurut Andini, sulit bagi Leicester untuk bisa menang dengan banyak gol. Sebagai tim gurem yang sedang berada di puncak, bermain baik hanyalah satu-satunya yang bisa dilakukan. Kebanyakan orang mungkin akan terbiasa melihat tim besar seperti Chelsea dan Manchester City menang dengan banyak gol. Namun, tidak dengan Leicester City. Yang mereka perlukan adalah bermain baik tanpa melakukan banyak kesalahan.
Andini benar, sejak mengalahkan Tottenham di London, pekan berikutnya Leicester imbang 1-1 menghadapi Aston Villa dan meraih posisi pertama tanpa pernah turun sampai awal April.
“Leicester itu tim kecil yang lagi semangat-semangatnya. Jadi, yang penting menang aja. Skor nggak usah banyak, yang penting menang. Saya biasanya voor 1 atau 0,5 untuk Leicester City,” kata Andini.
Setelah laga menghadapi Aston Villa, Leicester memang menang dengan selisih gol lebih dari satu dalam tiga pertandingan beruntun. Namun, dalam empat pertandingan terakhir sampai 3 April 2016, Leicester menang dengan skor 1-0.
Sobat, apa yang dilakukan Andini bisa dijadikan teknik untuk memasang taruhan dalam sepakbola. Salah satunya adalah melihat persaingan antara tim-tim yang terbiasa berada di papan atas. Trik bertaruh juga harus disesuaikan dengan situasi yang terjadi saat itu juga.
Fenomena Leicester juga sangat dipengaruhi dengan berubahnya komposisi di papan atas Liga Primer Inggris saat ini. Setelah jatuhnya Chelsea sebagai juara bertahan sekaligus dipecatnya Jose Mourinho dari kursi kepelatihan, membuat peta persaingan menjadi tidak bisa diperkirakan. Bayangkan, dua tim papan atas di Liga Primer saat ini adalah tim papan bawah dan papan tengah: Leicester City dan Tottenham Hotspur.
Ada juga spekulasi yang menganggap bahwa tim sekelas Leicester tidak akan kuat bersaing hingga akhir. Namun, dengan enam laga tersisa di musim ini, Anda bisa meletakkan taruhan Anda untuk Leicester City karena Claudio Ranieri memaksa timnya untuk meminimalisir kesalahan umpan.
Selain itu, gol hebat penyerang Leicester City, Jamie Vardy, saat come back Inggris menghadapi juara dunia Jerman pada pekan terakhir Maret silam, menunjukkan bahwa lini depan Leicester tidak akan menyia-nyiakan enam laga tersisa.
Kemungkinan menang dengan selisih satu gol juga akan menjadi kemungkinan mengingat kualitas pemain Leicester yang cenderung timpang dibanding tim kaya seperti Manchester City dan Manchester United. Claudio Ranieri akan mengutamakan pertahanan agar tak kehilangan poin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *