Pentingnya Reaksi Setelah Kalah Taruhan

Pentingnya Reaksi Setelah Kalah Taruhan

Pentingnya Reaksi Setelah Kalah Taruhan

Halo Sobat,

Banyak para pejudi online olahraga percaya bahwa mengetahui tren dalam pasar taruhan adalah semua yang dibutuhkan untuk sukses mendapatkan uang dalam jangka panjang. Namun, tren juga bisa menjebak karena petaruh biasanya bereaksi dengan cara yang tidak tepat. Dengan mengetahui bagaimana caranya bereaksi, maka sobat bisa memainkan peluang terbaik untuk menang.

Sobat mungkin tidak menyadarinya, tapi penyimpangan perilaku menjadi faktor utama saat memasang taruhan dalam olahraga. Bagaimana pikiran bereaksi terhadapi situasi tertentu, positif atau negatif, akan menimbulkan efek pada taruhan selanjutnya dan selanjutnya.

Kegagalan pengetahuan penyimpangan ini akan merugikan bankroll Sobat dan kesempatan untuk menang menjadi berkurang perlahan-lahan. Meskipun kita mengabaikan bias ini kita harus menghentikan dan mengendalikannya. Di sinilah pentingnya reaksi setelah kalah taruhan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah

1. Memastikan situasi terkini
Sebagian besar kesalahan pemasangan taruhan adalah karena bias terhadap situasi terkini. Sobat harus bisa memiliki alasan untuk memastikan taruhan dan mengabaikan statistik dan mengapa Sobat harus memikirkan keseimbangan antar tim.

Beberapa kebiasaan dalam cara memilih taruhan yang umum seringkali tanpa mempertimbangkan situasi terkini. Sebagai contoh, Chelsea memiliki rata-rata kemenangan tandang 85 persen di Liga Primer musim 2014/2015. Namun, semua statistik itu tidak bisa dijadikan patokan untuk memasang di musim 2015/2016 karena Chelsea bahkan masih berada di peringkat ke sepuluh hingga pekan ke-31.

Di musim 2013/2014, banyak petaruh jatuh karena memasang taruhan untuk Manchester United. Sejarah panjang yang dibangun oleh Sir Alex Ferguson membuat petaruh tidak sungkan untuk menjadikan United sebagai lumbung uang dengan rata-rata kemenangan yang mereka milliki.

Pada musim 2012/2013, United menang 85-90 persen pertandingan kandang. Di musim sebelumnya, “Setan Merah” bahkan memenangi 95 persen laga kandang mereka. Namun, bersama David Moyes yang ditunjuk untuk melanjutkan kejayaan Ferguson, United tenggelam perlahan-lahan.

2. Harapan
Salah satu perilaku umum para petaruh adalah harapan besar setelah kalah atau pun menang dalam satu taruhan. Ketika seorang petaruh kalah taruhan, dia akan cenderung menganggap taruhan berikutnya akan mendatangkan keuntungan tanpa mau mencari sebab mengapa dia mengalami kekalahan pada taruhan sebelumnya. Petaruh cenderung bersikap, “ya, besok akan lebih baik. Taruhan bakal menang.”

Namun, penting bagi seorang petaruh untuk mengetahui apa yang menyebabkan dia kalah dalam taruhan sebelumnya. Jika dia masih menganggap kekalahan itu bisa dijawab dengan optimisme bahwa taruhan selanjutnya akan menang, maka si petaruh bisa kalah dan kalah berulang kali.

3. Takut setelah kalah
Kecenderungan lainnya adalah ketakutan setelah kalah di satu taruhan. Seorang petaruh biasanya mengalami pukulan mental ketika mengalami kekalahan terutama pada taruhan-taruhan pertamanya. Pukulan mental ini hanya bisa disiasati dengan bagaimana cara seorang petaruh bereaksi terhadap kekalahannya. Salah satunya adalah tidak mengandalkan sejarah dan statistik.

Biasanya, taruhan besar akan dipasang terhadap tim-tim besar yang terbiasa menang. Namun, ada kalanya petaruh harus memperhatikan karakter kompetisi/liga yang bersangkutan. Misalnya, seorang petaruh memang harus memiliki keyakinan dan alasan yang cukup untuk tidak memasang taruhannya untuk tim seperti Barcelona dan Real Madrid di Liga Spanyol.

Sebaliknya, cara tersebut tidak bisa diterapkan di Liga Inggris dan Liga Italia. Karena di Inggris dan Italia, dominasi tim besar tidak bisa diperkirakan seperti yang terjadi di Spanyol. Petaruh harus melihat kondisi psikologi tim yang sedang bertarung. Sebagai contoh, Chelsea di musim 2015/2016 memiliki beban sebagai juara bertahan. Umumnya, tekanan untuk selalu menang bagi tim juara bertahan bisa berakibat kekalahan.

Sebaiknya, ada juga baiknya untuk memperhatikan seberapa jauh liga berjalan. Jika sudah lewat separuh musim, tim-tim kecil biasanya akan bermain ngotot hanya untuk menghindarkan diri dari zona degradasi. Sementara itu, persaingan di papan atas bisa menjungkirkan calon juara.

Baik Sobat, jangan takut untuk mememeriksa penyebab sobat kalah pada taruhan pertama dan tidak mengulanginya di taruhan selanjutnya. Namun, keasyikan judi adalah spekulasi. Apapun bisa terjadi di lapangan. Petaruh yang paling jeli melihat situasi dan alasan untuk memilih tim yang akan dijagokannya, akan menjadi petaruh yang paling berpeluang menang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *