Pesepakbola Top Dunia Ternyata Pencandu Poker

Pesepakbola Top Dunia Ternyata Pencandu Poker

Pesepakbola Top Dunia Ternyata Pencandu Poker
Dalam judi sepakbola online, para petaruh biasanya hanya memikirkan dan mengharapkan agar tim sepakbola yang mereka jagokan meraih kemenangan. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan uang dari taruhan yang mereka pasang.
Tapi, apakah Anda tahu, bahwa sebenarnya para pemain yang tampil di lapangan juga sebenarnya para penikmat poker? Bahkan, dengan gaji mereka yang berkisar di atas 44 ribu poundsterling atau Rp813,9 juta per pekan untuk pemain Liga Primer Inggris, mereka termasuk dalam jajaran pemain poker dengan taruhan besar.

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang diluncurkan dalam konferensi tahunan British Sociological Association, merilis studi tentang pengaruh kekalahan dalam permainan poker terhadap buruknya penampilan seorang pemain Liga Primer dalam pertandingan.

Seorang peneliti dari Universitas Chester, Graeme Law, mewancarai para pemain dari seluruh dunia, terutama yang bermain di Liga Primer Inggris dan liga di bawahnya. Menurutnya, bermain poker online merupakan hal umum yang dilakukan para pemain sepakbola di dalam bus tim atau di hotel menjelang atau sesudah pertandingan. Mereka melakukan itu untuk menghibur diri dari kebosanan dalam kepadatan kompetisi sepanjang musim.

Para pemain tersebut mengakui bahwa kekalahan dalam permainan poker memengaruhi penampilan mereka di lapangan. Sekaligus mengakibatkan keretakan hubungan antara pemain setim yang menganggap buruk kebiasaan mereka bermain poker.

“Saya punya perilaku buruk. Menurut saya itu terjadi dalam seluruh pertandingan,”ujar salah seorang pemain Liga Primer tentang kekalahan judi kepada Law.
Pada 2014, sebuah survei terhadap para pesepakbola dan pemain kriket menunjukkan bahwa enam persen dari 350 pertanyaan dengan jawaban bahwa mereka bermasalah dengan judi.
Salah satu pemain yang disebut adalah bek tengah Manchester City asal Argentina, Martin Demichelis. Dalam laga imbang 2-2 saat bertandang ke markas Paris Saint-Germain di perempat final Liga Champions 2015-2016, Kamis (7/4) lalu, Demichelis mengakui bahwa dia melanggar 12 aturan yang berhubungan dengan judi pertandingan sepakbola antara 22 dan 28 Januari 2015. Salah satunya termasuk ilegal berdasarkan peraturan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA).

Demichelis memang tak mengakui bahwa buruknya penampilannya disebabkan karena dia memiliki problem judi. Namun ada beberapa indikasi yang menunjukkan ke arah itu.
Mantan penyerang Newcastle United dan Cardiff City, Michael Copra, pernah mengaku kalah setidaknya dua juta poundsterling dalam taruhan olahraga. Jumlah itu termasuk dengan kekalahan secara rutin sebesar 30 ribu poundsterling saat dia bermain dalam perjalanan bus tim menuju pertandingan.

Mantan pemain sayap West Ham United, Matthew Etherington, kehilangan 120 juta poundsterling setiap bulan dan mengakhiri karirnya dengan utang sebesar 1,5 miliar poundsterling. Mantan bintang Liverpool, Dietmar Hamann, mengaku kalah 288 ribu pound dalam satu taruhan pertandingan kriket saat dia menjadi pecandu judi. Hal yang sama juga terjadi dengan mantan pemain Chelsea dan Barcelona, Eidur Gudjohnsen, yang kalah 400 ribu poundsterling dalam lima bulan pada 2003.

Meski banyak kisah kekalahan pemain sepakbola di meja judi, judi tetap tidak bisa lepas dari pesepakbola. Banyak pemain kelas atas dunia berhubungan dengan poker. Pemain Barcelona, Neymar Jr, dan mahabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, disponsori oleh PokerStars.

Bintang Brasil di Piala Dunia 2002, Ronaldo, juga disponsori PokerStars. Sementara rekan setimnya kala itu, Denilson, disponsori oleh 888Poker.
Bek Barcelona, Gerard Pique, adalah pemain rutin dalam kompetisi poker dunia, World Series of Poker. Juga penyerang Wolfsburg, Max Kruse, yang didenda oleh klubnya beberapa pekan lalu karena menang 60 ribu poundsterling saat bermain poker dalam perjalanan di sebuah taksi.

Sudah selesai? Belum.
Kapten West Bromwich Albion, Darren Fletcher, bintang Sunderland Wes Brown dan John O’Shea, serta si kembar mantan pemain Manchester United, Rafael dan Fabio Da Silva, tampil dalam Global Poker League London Royal.

Sampai kapanpun, poker dan judi online tampaknya bakal tetap digandrungi oleh para pesepakbola. Bagaimanapun, meski hampir setiap pekan jutaan orang mempertaruhkan uangnya untuk tim yang mereka bela, para pemain itu juga tetap manusia biasa.

Tidak berbeda dengan kebanyakan orang, judi online bagi para pemain bisa menjadi penyeimbang dalam tekanan kompetisi. Tentu saja selama mereka bisa mempertahankan kualitas permainan mereka di lapangan.